Lomba terbuka · Se-Keuskupan Agung Jakarta

Satu logo untuk 75 tahun perjalanan iman.

Paroki Blok B – St. Yohanes Penginjil mengundang seluruh umat KAJ merancang wajah perayaan HUT ke-75. Gratis, terbuka untuk segala usia, dan karya pemenang menjadi logo resmi seluruh rangkaian perayaan — dari launching hingga Perayaan Puncak.

13 Sep 2026 · lomba dibuka 8 Nov 2026, 23.59 WIB · batas karya 27 Des 2026 · launching logo 2 Mar 2027 · Perayaan Puncak
Batas pengumpulan karya hari jam menit
Sketsa logo HUT ke-75 sedang digambar 1952 — 2027
Logo itu bisa lahir dari tanganmu.Semua bermula dari selembar kertas, sebuah gagasan, dan rasa memiliki terhadap paroki.
GratisTanpa biaya pendaftaran
Rp 5 jutaHadiah pemenang utama
56 hariMasa berkarya (8 minggu)
Maks. 2 karyaDiikuti perorangan

Tentang lomba

Tiga perempat abad, satu tanda yang mempersatukan.

Pada 2 Maret 2027, Paroki Blok B – St. Yohanes Penginjil genap berusia 75 tahun. Sebelum perayaan itu, sebuah logo resmi akan diluncurkan pada 27 Desember 2026 — bertepatan dengan Pesta St. Yohanes Rasul dan Penginjil, pelindung paroki — dan menghiasi seluruh rangkaian perayaan: publikasi, dekorasi, dokumen, hingga merchandise resmi.

Logo itu tidak dipesan dari biro desain. Ia dicari lewat lomba terbuka, karena kami percaya wajah perayaan ini semestinya lahir dari tangan umat sendiri. Siapa pun Anda — pelajar, desainer profesional, atau umat yang senang menggambar — selama terdaftar atau berdomisili di paroki wilayah Keuskupan Agung Jakarta, Anda diundang ikut serta.

Tema HUT ke-75

“Setia Dalam Iman, Bertumbuh Dalam Kasih, Melangkah Dalam Pengharapan”

Latar belakang tema HUT ke-75 ini adalah sebuah madah syukur keberlangsungan kehidupan persekutuan umat Katolik di Paroki Blok B, sebuah tanda nyata dari perjalanan yang berakar dan dipenuhi oleh penyelenggaraan Ilahi (Providentia Dei), sekaligus menjadi jangkar rohani dan kompas arah gerak Paroki Blok B menuju masa depan.

Melalui tema ini seluruh umat Paroki diutus untuk menjadi agen pembawa pengharapan bagi lingkungan sekitar dan masyarakat luas.

Seluruh karya wajib selaras dengan tema ini.

Sejarah paroki

Yang perlu kamu tahu sebelum merancang.

Logo yang baik lahir dari cerita, bukan dari hiasan. Berikut kilas balik perjalanan paroki — dari misa pertama di sebuah rumah hingga gereja beratap segitiga yang kita kenal sekarang.

Sketsa rancangan gereja bergaya modern beratap segitiga curam dengan menara lonceng ramping
Sketsa rancangan gerejaRancangan yang dibawa menghadap Presiden Soekarno, bercatatan tangan bertanggal 29 Januari 1964.
Foto hitam putih gereja dan menara lonceng tak lama setelah selesai dibangun
Gereja ketiga, era 1960–70anBangunan yang diresmikan 19 Desember 1965 beserta menara loncengnya.
Ilustrasi berwarna gereja memperlihatkan atap kayu, kaca patri segitiga, dan menara lonceng
Ilustrasi gerejaMemperlihatkan atap kayu, bidang kaca patri, dan menara lonceng yang menjulang.
Foto gereja Santo Yohanes Penginjil pada masa kini
Gereja kiniSiluet segitiga yang sama telah menaungi umat selama lebih dari enam dasawarsa.
1950
Pada Hari Raya Kristus Raja, 29 Oktober 1950, Pastor J. Awick SJ mempersembahkan Misa Kudus pertama di rumah keluarga Bpk. P. Hofland, dihadiri sekitar tujuh sampai sepuluh keluarga. Dari sanalah tumbuh keinginan memiliki tempat ibadat sendiri.
1952
2 Maret 1952 — Paroki St. Yohanes Penginjil resmi berdiri. Tanggal inilah yang 75 tahun kemudian menjadi Perayaan Puncak kita. Aula Barito yang selesai dibangun pada 17 Agustus 1952 berfungsi sebagai gereja pertama, menampung 125 orang, sementara umat sudah berjumlah 770 jiwa.
1953
Umat terus bertambah. Dibangun gereja kedua yang masih semi permanen di ujung Jalan Melawai, berkapasitas sekitar 300 orang. Sebagian bangku gereja yang kita pakai sekarang adalah warisan dari gereja kedua ini.
1964
Rancangan gereja yang lebih besar diajukan kepada Presiden Soekarno, yang menaruh perhatian khusus pada pembangunan ini. Rancangan pertama ditolak; beliau menghendaki gereja yang mencitrakan semangat nasional dan tradisional serta menampakkan kesucian sebagai tempat ibadah. Rancangan berikutnya disetujui pada 29 Januari 1964, dan pembangunan pun dimulai.
1965
19 Desember 1965 — gereja ketiga diresmikan dan diberkati oleh Uskup Jakarta Mgr. A. Djajasepoetra SJ. Berkapasitas 800 umat, gereja ini pada masanya disebut-sebut sebagai salah satu yang terbagus di Asia — dan sampai hari ini menjadi ikon paroki.
1977
HUT ke-25 paroki dirayakan, ditutup pada 27 Desember 1977 — tanggal yang sama dengan peluncuran logo HUT ke-75 nanti. Pada kesempatan itu diserahkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan paroki baru di Cilandak.
1978
Umat melampaui perkiraan 4.000–5.000 orang. Lahirlah Paroki St. Stefanus Cilandak, anak pertama hasil pemekaran. Empat tahun kemudian menyusul Paroki St. Matius Bintaro sebagai anak kedua.
1992
Peringatan 40 tahun paroki mengusung tema “Memantapkan Diri Sebagai Garam Dunia”, dimeriahkan antara lain dengan lomba paduan suara, hymne paroki, dan lomba logo — tradisi yang kini kita lanjutkan.
2027
75 tahun. Dari tujuh keluarga di sebuah ruang tamu menjadi paroki besar yang telah melahirkan paroki-paroki baru. Logo rancanganmu akan menjadi tanda syukur atas perjalanan itu.
Sedikit bahan renungan bagi perancang. Perhatikan apa yang khas dari paroki ini: siluet atap segitiga yang curam dan menaungi, menara lonceng yang ramping menjulang, kehangatan kayu dan bidang kaca patri, serta amanat agar bangunannya bernapas nasional dan tradisional. Tak satu pun wajib kamu pakai — ini hanya pintu masuk. Yang dinilai adalah kedalaman makna karyamu, bukan banyaknya elemen yang kamu masukkan.

Dirangkum dari Bab I Profil Paroki Blok B – St. Yohanes Penginjil, Sekretariat Paroki.

Timeline

Dari pengumuman sampai Perayaan Puncak.

Dua tanggal bertanda merah tidak dapat digeser. Selebihnya, perhatikan satu tanggal terpenting bagi Anda: batas pengumpulan karya 8 November 2026, pukul 23.59 WIB.

  1. Minggu, 13 Sep 2026

    Lomba dibuka

    Pengumuman resmi di misa, kanal paroki, dan paroki-paroki se-KAJ — sekaligus pengumuman tema HUT ke-75. Pendaftaran dan pengiriman karya langsung dibuka.

  2. 13 Sep – 8 Nov 202656 hari

    Masa pendaftaran & berkarya

    Delapan minggu penuh untuk mendaftar, merancang, dan mengirim karya. Sesi tanya jawab daring diadakan 26 September dan 24 Oktober. Batas akhir: Minggu, 8 November 2026 pukul 23.59 WIB.

  3. 9 – 28 Nov 202620 hari

    Seleksi & penjurian tahap I

    Verifikasi berkas, lalu Dewan Juri menilai seluruh karya secara anonim dan memilih 5 nominasi. Setiap nominasi melewati uji orisinalitas (penelusuran gambar & pangkalan data DJKI).

  4. 29 Nov – 24 Des 202626 hari

    Penjurian final & penetapan

    Penilaian mendalam atas 5 nominasi; pemenang diberi tahu secara tertutup dan menandatangani perjanjian pengalihan hak cipta. Berkas vektor disiapkan Panitia, dan logo difinalisasi bersama pemenang.

  5. Minggu, 27 Des 2026 · tanggal tetap

    Launching logo

    Pengumuman publik pemenang, penyerahan hadiah, dan peluncuran logo resmi HUT ke-75 — tepat pada Pesta St. Yohanes Rasul dan Penginjil.

  6. Selasa, 2 Mar 2027 · tanggal tetap

    Perayaan Puncak HUT ke-75

    Logo karya umat menjadi wajah puncak perayaan 75 tahun paroki.

Ketentuan karya

Desain dengan bebas, dalam dua batasan sederhana.

Wajib dimuat

Tiga unsur inti

  • Angka "75" sebagai penanda usia paroki.
  • Identitas "Paroki St. Yohanes Penginjil" (boleh disingkat sesuai kaidah desain, sepanjang tetap teridentifikasi).
  • Selaras dengan tema HUT ke-75: “Setia Dalam Iman, Bertumbuh Dalam Kasih, Melangkah Dalam Pengharapan”.
Dilarang

Batas yang jelas

  • Elemen berhak cipta/merek pihak lain: clip art, stok gambar, font tanpa lisensi komersial, atau meniru logo lain.
  • Unsur politik praktis, iklan, atau hal yang bertentangan dengan nilai Gereja dan kesusilaan.
  • Karya yang pernah dipublikasikan atau diikutkan lomba lain.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI). AI diperbolehkan dipakai sebagai alat bantu perancangan. Peserta yang memakainya wajib menyatakannya pada surat pernyataan yang diunggah bersama karya. Penggunaan AI beserta kadarnya menjadi salah satu bahan pertimbangan Dewan Juri dalam menilai orisinalitas dan kreativitas karya. Tidak menyatakannya, padahal terbukti memakai, dapat berakibat diskualifikasi.
Ketentuan teknis. Logo harus tetap terbaca dalam versi berwarna maupun monokrom serta pada ukuran kecil (uji 2 × 2 cm). Disarankan maksimal 4 warna utama; hindari gradasi rumit yang sulit dicetak/dibordir. Karya dikirim sebagai JPG/PNG min. 300 dpi (sisi terpanjang ≥ 2000 px) beserta deskripsi filosofi maks. 500 kata. Peserta tidak perlu menyerahkan berkas vektor — berkas vektor karya pemenang akan disiapkan oleh Panitia bersama pemenang setelah lomba selesai.
Lampiran B · Surat Pernyataan OrisinalitasDiisi setelah menerima nomor pendaftaran · PDF Lampiran C · Surat Pernyataan Orang Tua/WaliBila peserta di bawah 18 tahun · PDF

Peserta & penilaian

Siapa boleh ikut, dan bagaimana karya dinilai.

Syarat peserta

Terbuka untuk umat se-KAJ

  • Umat Katolik yang terdaftar/berdomisili di paroki wilayah Keuskupan Agung Jakarta, dibuktikan dengan salinan KTP yang diunggah saat pendaftaran.
  • Diikuti perorangan; tidak dibuka untuk peserta berkelompok.
  • Tanpa batasan usia. Peserta yang berusia di bawah 18 tahun pada saat mendaftar mengunggah KTP orang tua/wali dan menyertakan persetujuan tertulis orang tua/wali.
  • Maksimal 2 karya per peserta; tiap karya didaftarkan terpisah.
  • Panitia HUT, Dewan Juri, dan keluarga inti mereka tidak dapat mengikuti.
Kriteria penilaian

Lima Kriteria Penilaian Dewan Juri

Kesesuaian tema & maknaFilosofi yang kuat30%
Orisinalitas & kreativitasKebaruan ide25%
EstetikaKomposisi, tipografi, warna20%
AplikatifCetak, digital, merchandise15%
Sederhana & terbacaJelas pada ukuran kecil10%

Karya dinilai anonim. Keputusan Dewan Juri bersifat final; nominasi yang terindikasi melanggar orisinalitas digugurkan dan digantikan peringkat berikutnya.

Hadiah & apresiasi

Karyamu dihargai — dan dikenang.

Pemenang utama · 1 karya
Rp 5.000.000

Uang pembinaan, piagam penghargaan, dan nama pencipta dicantumkan dalam Graphic Standard Manual serta publikasi resmi HUT ke-75. Karyamu tampil di seluruh rangkaian perayaan.

Finalis · 4 karya
Piagam penghargaan

Piagam penghargaan bagi setiap karya nominasi. Seluruh peserta yang lolos administrasi menerima sertifikat partisipasi elektronik.

Hadiah lomba belum dipotong pajak dan merupakan objek PPh Pasal 21 sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Hadiah pemenang utama sekaligus merupakan kompensasi penuh dan final atas pengalihan hak ekonomi ciptaan.

Hak cipta & pertanyaan umum

Yang perlu kamu ketahui sebelum berkarya.

Apa yang terjadi dengan hak cipta karya pemenang?
Seluruh hak ekonomi karya pemenang dialihkan kepada badan hukum Gereja yang menaungi Paroki melalui perjanjian tertulis (sesuai UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta), dengan hadiah sebagai kompensasi penuh dan final. Hak moralmu sebagai pencipta tetap melekat: namamu dicantumkan dalam Graphic Standard Manual dan publikasi resmi tertentu. Paroki dapat melakukan penyesuaian teknis logo untuk kebutuhan penerapan di berbagai media.
Bagaimana dengan karya yang tidak menang?
Hak cipta karya non-pemenang tetap sepenuhnya milikmu. Panitia hanya menggunakan karya untuk dokumentasi dan publikasi lomba secara nonkomersial, dengan tetap mencantumkan namamu.
Untuk apa saja logo pemenang digunakan?
Seluruh kebutuhan rangkaian HUT ke-75: publikasi cetak dan digital, dekorasi, dokumen resmi, seragam panitia, hingga merchandise resmi (kaos, tumbler, tote bag, pin, dan sejenisnya) yang hasil penjualannya mendukung pendanaan kegiatan HUT.
Apakah saya harus jago desain atau punya software khusus?
Tidak harus profesional — lomba terbuka untuk semua umat. Cukup kirim JPG/PNG resolusi tinggi; kamu tidak perlu membuat berkas vektor. Bila karyamu menang, Panitia yang akan menyiapkan berkas vektornya bersamamu.
Apa saja yang saya tanda tangani saat mendaftar?
Surat pernyataan bertanda tangan (tanpa meterai) yang menegaskan: karya orisinal buatan sendiri, pernyataan mengenai penggunaan AI sebagai alat bantu, belum pernah dipublikasikan/diikutkan lomba lain, tidak melanggar hak pihak ketiga, dan kesediaan mengalihkan hak ekonomi bila menang. Format surat disediakan panitia dan diunggah bersama karya.
Saya berusia di bawah 18 tahun. Boleh ikut?
Boleh. Sertakan persetujuan tertulis orang tua/wali saat mendaftar. Bila karyamu menang, dokumen hukum ditandatangani oleh/bersama orang tua/wali.
Kapan dan di mana pemenang diumumkan?
Pemenang dihubungi secara tertutup pada awal Desember 2026, lalu diumumkan kepada publik pada acara launching logo, Minggu, 27 Desember 2026.

Langkah 1 dari 2

Formulir pendaftaran

Isi data di bawah untuk mendapatkan nomor pendaftaran. Nomor ini kamu pakai saat mengirim karya (bisa langsung setelah mendaftar, atau kapan pun sebelum 8 November 2026).

Pendaftaran gratis. Lomba terbuka bagi umat Katolik di wilayah Keuskupan Agung Jakarta; salinan KTP (maks. 1 MB) diperlukan untuk verifikasi kepesertaan. Data dan berkas hanya digunakan untuk keperluan lomba, disimpan secara tertutup, dan hanya dapat diakses panitia.
*wajib diisi
✓  Pendaftaran tercatat

Nomor pendaftaranmu:

Simpan nomor ini (tangkap layar atau salin) — diperlukan saat mengirim karya.

  1. Simpan nomor pendaftaran dan email terdaftar di atas. Keduanya diperlukan saat mengirim karya dan saat memeriksa status. Konfirmasi resmi dikirim panitia lewat WhatsApp paling lambat 3 hari kerja.
  2. Unduh dan siapkan surat pernyataan di bawah ini — cetak, isi nomor pendaftaranmu, tanda tangani, lalu pindai. Berkas ini wajib diunggah saat mengirim karya, jadi sebaiknya diurus sejak sekarang. Tidak perlu meterai.
  3. Rancang karyamu sesuai tema dan ketentuan di atas.
  4. Kirim karya lewat formulir Kirim Karya sebelum 8 November 2026, 23.59 WIB.
Lanjut kirim karya

Langkah 2 dari 2

Kirim karya

Satu formulir untuk satu karya. Mengirim 2 karya? Isi formulir ini dua kali dengan nomor pendaftaran yang sama.

Siapkan nomor pendaftaran dan email yang kamu pakai saat mendaftar (keduanya tercantum pada pesan konfirmasi WhatsApp dari panitia), berkas logo JPG/PNG min. 300 dpi (sisi terpanjang ≥ 2000 px, maks. 5 MB), filosofi maks. 500 kata, dan surat pernyataan bertanda tangan (PDF/JPG, maks. 1 MB). Peserta yang berusia di bawah 18 tahun pada saat mendaftar turut mengunggah persetujuan orang tua/wali.
Tercantum pada pesan konfirmasi WhatsApp dari panitia.
0 / 500 kata
Batas akhir: 8 Nov 2026, 23.59 WIB
✓  Karya siap dikirim
  1. Berkas dan datamu sudah tersimpan di sistem panitia — tidak ada langkah lain yang perlu dilakukan.
  2. Panitia mengirim tanda terima ke email/WhatsApp-mu paling lambat 3 hari kerja. Belum menerima? Hubungi kontak di bagian bawah halaman.
  3. Karyamu dinilai secara anonim — identitasmu ditutup oleh Sekretariat sebelum sampai ke Dewan Juri.
  4. Perkembangan verifikasi dapat kamu pantau kapan saja lewat menu Cek Status memakai nomor pendaftaran dan email.

Pantau karyamu

Cek status karya

Masukkan nomor pendaftaran dan email yang kamu pakai saat mendaftar. Statusnya diperbarui langsung oleh panitia — tidak perlu akun, tidak perlu kata sandi.